"Mengungkap Filsafat dalam Pembelajaran Matematika" Refleksi Pertemuan 9 Filsafat Ilmu dengan Prof. Dr. Marsigit, M.A.

 

Pada awal kuliah, Prof. Marsigit menayangkan video microteacing yang di ampuh oleh beliau di kelas lain, yaitu untuk menekankan, memperkenalkan dan memfasilitasi bagaimana pembelajaran pada era pandemi. Setelah itu, prof Marsigit menghubungkan video pembelajaran microteaching tersebut dengan tugas G yang lagi digarap.  Setelah video microteaching di putarkan, kemudian Prof menanyakan kepada mahasiswa filsafat yang diungkap pada video tersebut. Kemudian prof menyebut nama mahasiswa satu persatu untuk menyampaikan pendapat masing-masing.

Adapun pendapat Rahmania Abida, menyatakan bahwa video tersebut mengungkap filsafat konstruktivisme karena terdapat langkah-langkah pembelajarannya. Kemudian Prof. Marsigit menanggapi bahwa itu terlalu umum.

Sedangkan menurut Dola Julianti, menyatakan bahwa video tersebut mengungkap filsafat materi persamaan kuadrat. Kemudian Prof mengomentari bahwa menyebut materi itu kembali ke zaman dulu yang menyebut isi pelajaran sebagai materi yang sekarang dikenal dengan kompetensi. Yosica Nadilah Zahara, menyebutkan bahwa video tersebut mengungkap filsafat ketidaktahuan.  Kemudian prof menyatakan bahwa siswa yang tidak tahu benar atau salah? Kemudian Yosica menyampaikan benar dapat disimpulkan bahwa tidak usah belajar karena ketidaktahuan itu benar.

Arma Wangsa, menyatakan bahwa video tersebut mengungkap filsafat skeptisisme yang mana guru meragukan jawaban siswa sehingga membuat siswa berusaha untuk kembali memverifikasi jawabannya. Komentar dari Prof menyatakan bahwa suka-suka Anda untuk menyatakan dia mengungkap filsafat apa, intinya Anda dapat menerangkan maksudnya. Sedangkan menurut Firdayana Makmur, pada video tersebut yaitu siswa mencoba untuk bernalar/berpikir di mana guru menjadi fasilitator dengan menyediakan LKPD sehingga siswa berusaha untuk mengonstruksi sendiri pengetahuannya melalui LKPD. Bagus karena sudah ada unsur normatifnya.

Fonni Yusdian, menyatakan dalam video tersebut terlihat bahwa bagaimana guru membangun cara berpikir siswa yang awalnya dilakukan apersepsi kemudian mengamati dan berikutnya yang disebut dengan filsafat membangun. Adapun menurut Mutiara Annisa Widodo, video tersebut mengungkap filsafat konstruktivisme di mana pembelajaran tersebut membangun konsep di benak siswa. Sedangkan menurut Marwah Astriani Kamsurya, dalam video tersebut menyatakan bahwa siswa di tuntut untuk mengaitkan konsep yang sudah diketahui sebelumnya dan yang akan dijelaskan.

Auliah Almas, menjelaskan bahwa guru berusaha membangun konsep yang ada di dalam pikiran siswa. Prof. Menjelaskan bahwa tidak ada yang bisa membangun pemikiran kita selain diri kita sendiri. Sedangkan menurut Wiwin Fajriah Hanna, dalam video tersebut terlihat guru membantu mengingatkan materi dengan apersepsi. Prof menanggapi bahwa apersepsi itu baru sampai pada tahap psikologi belum sampai pada ranah filsafat. Adapun Inova, menjelaskan bahwa video tersebut mengungkap filsafat cara berpikir deduktif. Sedangkan Catur Yustika, menyebutkan bahwa dalam video tersebut filsafat yang di ungkap adalah filsafat fenomenologi, di mana terdapat kegiatan belajar atau studi sebagai dasar kesadaran dan pengalaman. Prof berkomentar bahwa itu belum fenomenologi tapi baru empirisme (berdasarkan pada pengelaman), kalau fenomenologi itu ada abstraksi dan idealisasi.

Hafiatul berpendapat dalam video tersebut, menyatakan bahwa guru ingin mengetahui hambatan epistemologi siswa di mana guru ingin mengetahui bagaimana siswa dalam menentukan konsep dan langkah-langkah untuk menentukan akar-akar persamaan kuadrat. Prof berkomentar bahwa sudah benar karena mengetahui dalam rangka bagaimana sudah termasuk epistemologi. Matematika juga dikatakan sebagai epistemologi dari filsafat karena matematika juga digunakan dalam mencari kebenaran dan langkah-langkah mencari kebenaran itu adalah epistemologi. Sedangkan Sitti Mutia Umasugi, menjelaskan bahwa dalam video tersebut kegiatan belajar tersebut mengadakan yang mungkin ada di pikiran siswa dengan usaha gutu memfasilitasi siswa seperti dengan penyediaan LKPD. Terakhir Belva memaparkan bahwa, video tersebut mengungkap filsafat wadah dan isi, di mana wadahnya adalah pendekatan saintifik dan isinya adalah materi akar-akar persamaan kuadrat.

Jadi tidak terdapat satu unsur pun yang terbebas dari objek filsafat walau pun semuanya tidak bisa ditanyakan dan tidak bisa dijelaskan. Kesimpulannya pembelajaran pada pertemuan kali ini untuk memperjelas konsep dari  tugas G yang akan dikumpulkan pada tanggal 3 Mei 2021 tentang Mengungkap Fenomena Penerapan Filsafat dalam Pembelajaran Matematika PAUD/SD/SMP/Perguruan Tinggi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Filsafat Bagian 1 (Filsafat Bagian 1 by Prof.Dr. Marsigit, M.A https://youtu.be/8t3lalvQbiQ)