Filsafat Bagian 1 (Filsafat Bagian 1 by Prof.Dr. Marsigit, M.A https://youtu.be/8t3lalvQbiQ)
Hidup
manusia itu metafisik, setelah yang ada masih ada yang ada lagi dan tidak akan
selesai. Manusia itu tidak sempurna, mengapa demikian? Manusia dikatakan tidak
sempurna dikarenakan supaya manusia bisa hidup. Karena kesempurnaan manusia
sebenarnya tidak sempurna atau bisa dikatakan manusia itu sempurna didalam
ketidaksempurnaan dan tidak sempurna dalam kesempurnaan.
Awal
dari segala macam kegiatan sifat yang berhubungan dengan manusia ada dua,
yaitufatal dan vital. Fatal berarti terpilih atau bisa dikatakan sebagai
takdir. Sebagai contoh seseorangmemilih benda yang akan diambil yang berwarna putih,
itu bisa dikatakan sebagai takdir karenaperistiwa tersebut sudah terjadi.
Sedangkan vital berarti memilih atau bisa dikatakan sebagai ikhtiar.
Di
awal sudah dikatakan bahwa hidup manusia itu metafisik. Metafisik berarti sifat
dibalik sifat, sifat mendahului sifat, sifat mengikuti sifat, sifat mempunyai
sifat. Maka, sebenarbenarnya manusia adalah sifat dibalik sifat, sifat
mendahului sifat, sifat mengikuti sifat, sifat mempunyai sifat. Misal sifat
dalam filsafat adalah bersifat tetap. Takdir tidak bisa diubah karena peristiwa
tersebut sudah terjadi, mausia bahkan malaikat pun tidak bisa mengubah takdir
dan hanya Kuasa Tuhan lah yang mampu mengubah takdir.
Apabila ada salah satu diantara fatal atau vital hilang, maka sudah tidak
akan ada kehidupan. Apabila fatal hilang atau sebalinknya vital yang hilang,
maka tidak ada kehidupan. Obyek Filsafat adalah yang ada dan mungkin ada. Yang
ada dan mungkin ada itu sifatnya tetap Tokonya adalah Permenindes Yang berubah
itu tokohnya Heraclitos. Heraclitos mengatakan bahwa semua yang ada di dunia
ini mengalami perubahan, dan tidak ada yang tidak berubah. Sesuatu yang tetap
dan berada dalam pikiran disebut idealism dan tokohnya adalah Plato. Sedangkan
tokoh rasionalism adalah R Descartes.
R
Descartes sempat meragukan adanya Tuhan untuk mencari Tuhan. Kalaupun dalam
mimpi ada Tuhan maka dalam kenyataan juga ada Tuhan. Dalam mimpi bisa makan
dalam kehidupan nyatapun begitupula, apabila dalam mimpi bisa membuka pintu
dalam kehidupan nyatapun seperti iti. Akhirnya ada satu kunci yang ditemukan
agar bisa membedakan mana mimpi dan mana yang bukan mimpi. Ketika seseorang
hendak bertanya kalau di dalam mimpi tidak bisa bertanya , karena ia menyadari
bahwa akan bertanya. Maka ia menyebutkan bahwa ia tidak sedang bermimpi karena
ia sedang berfikir, dan itulah yang disampaikan oleh Cogito Ergo Sum. Cerdas
dalam filsafat harus paham ruang dan waktu.
Menurut R Descartes sebenar-benarnya ilmu adalah berdasarkan kepada
rasio. Harus berdasarkan pikiran, kalaupun tidak berdasarkan pikiran itu
bukanlah ilmu. Mau berfikir bagaimanapun juga kalau belum pernah mempunyai
pengalaman tidak akan ada ilmu. Sebenar – benarnya ilmu adalah harus
berdasarkan pengalaman, itulah pendapat yang disampaikan oleh Prof. Dr.
Marsigit, MA. Dalam filsafat terdapat makna isme yang berarti lahir karena
adanya objek. Dan yang menjadi objek filsafat ada dua, yaitu yang ada dilangit
dan yang ada dibumi. Kedua objek ini saling berhubungan yang dilangit mencoba
untuk menggapai bumi, dan yang dibumi mencoba mencapai langit.
Ilmu
itu harus apriori dan sintetik, hal inilah yang dituliskan oleh Imanuel Kant
pada bukunya yang berjudul The Critique of Pure Reason. Jaman
modern dalam filsafat munculnya ketika ada pertempuran antara R Descartes
dengan David Hume. Setelah itu muncul tokoh yang bernama Auguste Comte yang
meninggal dunia pada 1857. Pada masa sekarang ini masyarakatnya sudah menjelma.
Struktur dunia paling bawah adalah archaic, tribal, tradisional, feudal,
modern, dan pos modern dan ini merefleksikan situasi waktu yang sedang dilalui
atau disebut kontemporer. Di tatanan dunia kita sedang mau belajar hidup secara
kontemporer, namun sudah muncul tekanan baru orang yang paling berkuasa
didunia yaitu gerakan Trumpism.
Komentar
Posting Komentar