“FILSAFAT DAN ILMIAH” (REFLEKSI PERTEMUAN KE-5 FILSAFAT ILMU DENGAN PROF. Dr. Marsigit, M.A)
Perkuliahan filsafat
ilmu pertemuan kelima membahas tentang tingkatan karya ilmiah. Pada awal perkuliahan
Prof. Dr. Marsigit menjelaskan bahwa mahasiswa yang dalam keadaan sakit
hendaknya mengusahakan untuk tetap Video
Conference , karena kehadiran pada saat Video
Conference sangat mempengaruhi nilai
akhir, kecuali mahasiswa yang terlalu parah sakitnya sehingga tidak bisa
mengikuti Video Conference .
Selanjutnya Prof. Dr.
Marsigit, M.A menjelaskan tentang ilmu. Ilmu itu tingkatan tinggi. Jangan pelit
dengan berbagi ilmu. Memberikan ilmu kepada orang lain sangat memberikan
manfaat kepada kita. Tingkatan ilmu itu tinggi seperti spiritualitas
Setelah itu beliau
menjelaskan tentang kedudukan sebuah karya. Karya itu meliputi semuanya. Berkarya
itu lengkap. Berkarya itu adalah dunia. Karya itu macam-macam: karya seni rupa,
karya yang sudah dibaca, karya yang ditayangkan di media sosial, karya yang
dikomentari, karya diminta perbaiki. Karya orang awam, karya para pejuang dan Karya
ilmiah.
Eksistensinya karya bisa
dijadikan macam-macam. Apakah buku-buku
filsafat itu karya ilmiah. Ilmiah itu terlalu sempit kalau mau mengukur
filsafat. Ilmiah itu baru muncul pada saat Auguste de Comte, sedangkan filsafat
sudah sejak zaman yunani kuno. Ditingkat internasional karya ilmiah itu untuk
penulis yang sudah doctor sampai keatas. Jadi karya ilmiah untuk S1,S2 dan S3
di luar negeri itu baru latihan. Dia menjadi karya ilmiah sebenarnya jika
didampingi oleh doctor. Skripsi, tesis,
disertasi itu belum ilmiah karena butuh pembimbing.
Yang ilmiah itu apa? Ya
semuanya. Dari atas, yang ilmiah itu adalah penelitian, penelitian dengan
metode ilmiah. Buku yang ditulis dengan metode ilmiah. Yang karya ilmiah pseudo
(semu) seperti disertasi, tesis, skripsi. Yang dikatakan sbeagai ilmiah adalah
tulisan. Tapi ada juga yang dikatakan ilmiah seperti pidato ilmiah. Pidato juga
ada tingkatan pidato ilmiah/ formal seperti pidato presiden, pidato rektor.
Yang paling rendah
tingkat ilmiah yaitu intuisi. Wlpun ada yang tinggi intuisi ilmiah
(pengalaman). Sebagai suami dan istri kita juga punya intuisi, yaitu intuisi
cinta. Intusi juga bisa menimbulkan kecerdasan. Orang yang bercerai karena
menabrak intuisi. Intuisi biasanya kata hati, kata hati murni.
Bagaimana meningkatkan karya filsafat bernilai
Ilmiah atau scientific? Bagaimana filsafat dapat menyukseskan kuliah? bagaimana
filsafat itu berkontribusi dalam ranah garapan mahasiswa? Bagaimana filsafat
itu menyukseskan membuat tesis, dan karir mahasiswa?
Setelah membahas
tentang karya ilmiah. Prof. Dr Marsigit, M.A membahas tentang filsafat. Filsafat
itu kalau ke atas bersifat konvergen, menjadi sederhana, menjadi satu titik.
Titik paling atas yaitu kuasa tuhan. Jika ditanya dan dijawab kuasa tuhan itu
semua benar contoh seseorang terkena
covid-19 karena kuasa tuhan. Itu benar akan tetapi sebagai manusia kita tidak boleh mengabaikan ikhtiar juga. Filsafat
menuju ke bawah itu divergen, menuju banyak perkara. Contoh kalau mintak banyak
ya doa yang banyak.
Dalam bahasa filsafat.
Sebenar-benar hidup adalah alienasi dan dealinansi. Ketika malam hari manusia
sudah teralineasi. Pada saat siang hari dealienasi. Pada saat dalam perut ibu
teralineasi (terasing). Itu dalam pikiran manusia. Tapi dalam pikiran tuhan
tidak. Jadi, Sebenar-benar hidup adalah terasing dan tidak terasing.
Selanjutnya beliau
merefleksi tentang peta konsep tentang sejarah perkembangan filsafat.
Ditekankan kepada mahasiswa untuk menuliskan referensi dalam setiap tulisan,
termasuk referensi untuk membuat peta konsep tersebut.
Sejarah dan filsafat
itu agak beda. Sejarah itu data primer, sentuhan langsung. Ilmu social/
humaniora sumber primer adalah buku
aslinya.
Filsafat yang paling
tinggi yaitu pikiran manusia. Kalau filsafat itu turun ke bawah menjadi
ilmu-ilmu bidang dan terapan. Sehingga ada filsafat matematika, filsafat
teknik, filsafat Negara, filsafat pancasila. Filsafat pancasila monodualiasme
(dua dalam satu, satu dalam dua), filsafat hukum, filsafat ekonomi, filsafat
pendidikan. Filsafat pendidikan di turunkan lagi ke bawah yaitu filsafat
pendidikan matematika, filsafat pendidikan olahrga dan sebagainya.
Tidak ada alasan kita
tidak menemukan filsafat dalam belajar matematika. Buku tidak menyebut ada filsafat, belum tentu
tidak ada filsafat. Contohnya judul buku critique of pure reason.
Ada 4 komponen ilmu
antara lain:
1.
Sintetik adalah memikirkan hubungan
sebab akibat jadi realita
2.
Apripori adalah masa depan/ hasil dari
pada logika kalau diteruskan walaupun belum pernah sampai.
3.
Aposteriori adalah pengalaman. Kita
tidak punya ilmu kalau tidak punya pengalaman
4.
Analitik adalah logika. Logika itu antar
konsep.
Komentar
Posting Komentar