“HIDUP ITU MENEMBUS RUANG DAN WAKTU” (Refleksi Pertemua ke-4 Filsafat Ilmu dengan Prof. Dr. Marsigit, M.A)
Dalam pikiran manusia, membangun atau hermetika itu termasuk pikiran yang tinggi, punya nilai ibadah yang tinggi. Tiadalah unsur yang tidak membangun dalam ciptaan tuhan. Semua ciptaan tuhan itu unsurnya membangun. Apalagi manusia, anak kecil membuat tempat belajar. Binatang membangun sarang. Harimau saja membangun klan.tumbuh-tumbuh an juga membangun. Bahkan batu-batu an pun juga membangun, ada yang besar, kecil, menjadi pasir.
Dalam
filsafat, membangun itu adalah menembus ruang dan waktu. Maka tiadalah ciptaan
tuhan, yang ada dan mungkin ada tidak menembus ruang dan waktu. Jangankan
makhluk hidup, makhluk mati saja menembus ruang dan waktu. Contoh batu itu
mengikuti pikiran manusia, tidak disebut batu kalau bukan manusia menunjukkan
kalau itu batu. Oleh karena itu ada dua macam batu, batu ideal dan batu realita.
Batu ideal ada dalam pikiran dan batu realita di luar pikiran kita.
Ruang
itu meliputi idealitas, realita, spritualitas, bahkan yang ada dan mungkin ada.
Ruang berarti yang sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Kita sadar dan tidak
sadar, kita telah menembus ruang dan waktu. Tanpa kita sadari, kita sudah
dewasa saja. Itu yang Namanya menembus ruang dan waktu.
Menembus
waktu seperti menembus abad,menembus tahun, menembus bulan, menembus minggu,
menembus hari, menembus jam, menembus detik, menembus sekarang. Tanpa menembus,
kita tidak akan bergeser dari kemarin menjadi sekarang.
Menembus
ruang seperti menembus pintu, menembus udara, menembus keluarga, menembus
komunikasi online, menembus pendengaran.
Alam
semesta ciptaan tuhan dimulai oleh ciptaan tuhan dan diakhiri dengan kuasa
tuhan, Imanuel khan membuktikan awal dan akhir sama-sama benar. Dalam bahasa
matematika semakin tinggi filsafat menuju satu titik konvergen, kalau kebawah
divergen, sama seperti prinsip hidup manusia.
Komentar
Posting Komentar