"ADA DAN MUNGKIN ADA" (Refleksi Pertemuan Ke-3 Filsafat Ilmu dengan Prof. Dr. Marsigit, M.A)

Metode berfilsafat itu ada dua yaitu intensi dan ekstensi. Intensi mengandung arti diperdalam dan dipertinggi Ekstensi mengandung arti diperluas dan dipersempit. Manusia itu melakukan keduanya, Ketika dia sedang mendalami  sekaligus dia meninggikan. Mahasiswa mendalmi ILmu, berarti mahasiswa tersebut lagi meninggikan dimensi hidupmu. Ketika anada mempersempit pergaulan yaitu Ketika mendengar perkuliahan prof marsigit, pada saat itu anda sedang memperluas pengetahuan.

Alat yang dipakai untuk berfilsafat adalah bahasa analog Bahasa analog itu lebih tinggi dari bahasa kiasan Bahasa analogi sejenis isomorfisme. Dunia malam identic dengan istirahat, dunia siang itu dunia bekerja. Dunia itu apa? Jawabannya dunia itu mencakup semuanya tanpa terkecuali. Semua yang ada dan mungkin ada bisa kita letakkan semuanya dunia. Ketika seseorang bilang hatiku adalah spiritualku. Itu adalah Bahasa analog. Kalua laki-laki itu pikiran, wanita itu hati, itu juga termasuk analog.

Filsafat itu kecenderungan. Mengatakan laki-laki itu pikiran dan wanita itu hati, itu adalah kecenderungan, tidak harus seperti itu. Bisa juga pikiran itu dunia dan hati itu akhirat. Itulah sulitnya memahami filsafat. Pada akhirnya filsafat itu kita sendiri yang membangunnya.

Di dunia ini tidak ada yang tidak analog. Bahkan kita bisa mengatakan pikiran itu dunia. Sebab Jakarta itu ada di pikiran kita masing-masing. Padahal secara geografis Jakarta itu ada di jawa barat. Jadi, apa yang di dunia ini ada semua dalam pikiran.

Objek filsafat meliputi yang ada dan yang mungkin ada yang berstruktur. yang ada dan yang mungkin ada itu bisa berada di luar pikiran dan di dalam pikiran. Di dalam pikiran jika sudah mengetahuinya sudah mendengar atau melihat atau menyentuh atau menulis atau memikirkannya. Contoh: Mahasiswa  belum mengetahui nama cucu Prof Marsoigit yang terkecil, itu kedudukan nama cucu beliau di luar pikiran mahasiswa dan itu bersifat yang mungkin ada. Dia akan berada dalam pikiran ketika sudah pernah mendengar, atau sudah pernah membaca. Sebelum Prof Marsigit bicara siapa nama cucunya, maka nama tersebut masih diluar pikiran. Setelah Prof Marsigit menyampaikan nama cucu beliau, maka nama tersebut akan otomatis ada dalam pikiran mahasiswa yang mendengar. Cara masuknya informasi tersebut tidak bergetar seperti HP, begitulah keajaiban tuhan. Proses berpindahan objek filsafat dari yang ada diluar fikiran (yang mungkin) diterima melalui pendengaran lalu menjadi objek filsafat yang ada didalam fikiran. Fungsi membaca adalah mengadakan yang mungkin ada menjadi ada didalam fikiran.

 

Metode filsafat dan objek filsafat itu berdimensi. Dimensi naik turun, kanan kiri, sempit luas, tinggi rendah. Objek filsafat yang ada dan yang mungkin ada adalah objek secara metafisik atau ontologis atau hakikinya. Objek filsafat secara epistemologis ada dua yaitu objek formal dan objek material. Objek formal itu wadah dan objek material itu isi. Objek filsafat yang ada dan yang mungkin ada berstruktur. Contoh; struktur tumbuhan ada akar, batang, ranting, daun.  Objek filsafat yag ada dan mungkin ada itu strukturnya mulai dari struktur yang paling sederhana terdiri dari dua unsur yaitu unsur formal dan unsur material. Formal dalam Bahasa awamnya wadah sedangkan material itu isi. Tiadalah wadah tanpa isi maka tiadalah isi tanpa wadah. Kalau sudah berfisafat tingkat tinggi, Bahasa analognya wadah adalah isi.

Dalam filsafat salah itu benar. Contoh: Prof Marsigit menanyakan kepada mahasiswa siapa nama cucu beliau yang pertama, mahasiswa yang menjawab tidak tahu itu benar. Karena benar mahasiswa tersebut tidak pernah membaca biograsi keluarga prof marsigit. Inilah Kegunaan filsafat yaitu untuk melindungi anak muda dari kesemena-menaan orang yang berkuasa. Dosen Profesor guru-guru dan sebagainya jika bertanya dikelas dan siswa tidak bisa menjawab biasanya dimarahi padahal tidak pernah disuruh belajar atau belum pernah membaca. Jadi masalah itu benar maksudnya filsafat salah itu benar. Itu namanya teori atau filsafat falidisme.

Hipnotis itu mengarahkan pikiran kesana sehingga manusia tidak mau berpikir alternatif. Bagaimana dengan jawaban filsafat?. Contoh: Prof Marsigit Melempar Batu ke Kaca. Kenapa Kaca Pecah? Semua mahasiswa menjawab karena Prof Melempar Kaca tersebut dengan batu, itulah yang hipnotis. Terus bagaimana dengan filsafat, bagi filsafat jawabannya ada kemungkinan pada saat Prof Marsigit melempar batu, berbarengan dengan orang yang lagi menembak burung dan mengenai kaca tersebut. Jadi belum tentu kaca pecah karena lempar batu bisa saja karena gempa bumi, senapan orang, dan lain sebagainya.

Pikiran Murni adalah sintetik apriori. Filsafat jika diturunkan manjadi ideologi. Ideologi adalah filsafat yang diterapkan, yang punya konteks. Jika diturunkan lagi menjadi paradigma-paradigma. Contoh; pandemik merubah paradigma-paradigma. Dahulu orang datang dan tidak datang kuliah, sedikit beda nilainya sekarang berubah bahwa tidak hadir itu tinggi sekali poinnya. Dahulu Ketika mendengar kuliah tanpa Gedung itu heran, sekarang kuliahnya daring tanpa Gedung.

Paradigma diturunkan lagi menjadi teori-teori. Contoh teori daring, teori Pendidikan, teori kuliah.  Apabila teori diturunkan lagi ke bawah menjadi model. Contoh model belajar, model mengajar, model kuliah. Model kalau ditunkan lagi ke bawah menjadi sintaks. Tidak ada model kalau tidak ada sintaks/ Langkah-langkah.

Itulah hidup, berhemetika. Salah satu bentuk berheremetika istilahnya simpel tapi mengandung unsur filsafat adalah menembus ruang dan waktu.Sintak bagian dari menembus ruang dan waktu. Realita itu bayangan dari idealita. Macam ilmu yang bersifat formal itu berlandaskan, sedangkan yang ilmu yang bersifat empiris berlandasan sintetik.

 

 

Salah satu bentuk intuisi adalah sayang, cinta, sulit, tinggi, rendah, dalam, luas dan seterusnya. Intuisi tidak menggunakan landasan. Pengetahuan yang tidak berlandaskan karena tidak diketahui sebabnya apa dan dari kapan datangnya. Pengetahuan ada dua aliran yaitu fundasionalisme dan anti fundasionalisme. Contoh, pengetahuan fundasionalisme (yang berlandaskan) adalah matematika murni dan anti fundasionalisme (yang tidak berlandaskan) adalah pengetahuan intuitif yakni pemahaman tentang ruang dan waktu.

Sejarah Perkembangan Filsafat Pada abad ke-12 atau zaman gelap, sistem dunia saai itu adalah sistem geosentris berpusat kepada bumi. Revolusi Copernicus menemukan bahwa ternyata pusatnya bukan bumi tapi matahari maka geosentris itu bergeser menjadi heliosentris dan pada saat itu menjadi masalah besar. karena heliosentris dianggap bertentangan. Perkembangan berikutnya muncullah perlawanan terhadap zaman gelap ini yaitu munculnya tokoh-tokoh seperti David Huem, Rene Descrates dan seterusnya. Dari Kemunculnya tokohtokoh itu lahirlah zaman modern. Memasuki fase dengan munculnya tokoh bernama Aguste Comte tidak percaya dengan filsafat. Aguste Comte membuat struktur dunia menjadi tiga yaitu spiritual, metafisik, metode saintifik. Aguste Comte menganggap spiritualisme itu tidak logis tidak bisa membangun dunia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Filsafat Bagian 1 (Filsafat Bagian 1 by Prof.Dr. Marsigit, M.A https://youtu.be/8t3lalvQbiQ)